Monday, 6 October 2014 0 comments

MISSION X SPESIAL EDISI ROHIS SMA N 11 PALEMBANG

Kegiatan Outdor yang dilaksanakan tanggal 28 Agustus 2014 dihadiri oleh peserta
akhwat: 22 orang (komposisi kelas X,XI)
ikhwan: 7orang (komposisi kelas X,XI,XII)
Dengan komposisi di atas maka dibentuk 2 kelompok akhwat dan 1 kelompok ikhwan. Kegiatan ini dilaksananak di Bukit Siguntang Palembang dari pukul: 08.00-12.00 WIB
Kelompok akhwat I bernama Siguntang
Kelompok akhwat II bernama : semut
Kelompok ikhwan bernama jangkrik

Aturan main:
Setiap  kelompok mengikuti game 1, 2, dan 3 untuk memperebutkan bnayaknya bintang. Tiap-tiap game jika kelompok menjadi pemenang ke-1 mendapatkan 3 bintang, pemenang ke-2 mendapatkan 2 bintang, dan pemenang ke-2 mendapatkan 1 bintang. Setelah semua bintang terkumpul, Game besarnya ialah MISSION X, dari game 1,2,dan 3 kita bisa menentukan peran kelompok yang bermain dalam MISSION X:
  • Pemenang yang mendapatkan bintang terbanyak PERTAMA berperan  sebagai KUCING bertugas mengejar TIKUS dan mencabut papan namanya
  • Pemenang yang mendapatkan bintang terbanyak KEDUA berperan  sebagai TIKUS mencari 10 amplop berisi  dan berlambangkan ROHIS serta menghidari KUCING dan meninggalkan 5 amplop ROHIS yang berisi ZONK
  • Pemenang yang mendapatkan bintang PALING SEDIKIT berperan  sebagai BLACK TEAM bertugas menyembunyikan 10 Amplop isi dan 5 ampolp ZONK ditempat tersembunyi dan tetap bisa dijangkau dalam waktu 5 menit. 5 menit terakhir habisnya permainan bertuga mengejar KUCING dengan mengambil papan namanya.

Game ke-1: Jembatan manusia.

Dengan jarak yang telah ditentukan, tiap kelompok harus membentuk jembatan manusia tanpa putus (boleh dengan bantuan benda lain seperti tali, jaket, ranting dan lain-lain) untuk bisa memecahkan balon yang jaraknya jauh dan tidak cukup menangkau jika hanya mengandalkan berpegangan tangan tiap anggota kelompok.
Alat dan bahan: Balon 9 buah (ditiup), tali rapiah untuk mengikat
Hikmah: strategi, banyak jalan menuju roma, kreatifitas

Game ke-2: Lompat tali (karet)
Diawal permainan ada 2 orang anggota kelompok yang melompati tali, dan setiap putaran tali hendaknya anggota yang lain masuk dalam permainan dan ikut melompat sebanyak-banyaknya. Dalam putaran ke-15 lampat tali berakhir dan mulai dihitung berapa jumlah anggota yang ikut dalam lompat tali. semakin banyak peserta yang masuk. kelompok tersebut menjadi pemenang.
Alat dan bahan: tali atau karet yang dirangkai
Hikmah: Stamina, dan strategi, serta kepercayaan

Game ke-3: Estafet air
Anggota kelompok berbaris memanjang. Anggota paling depan memulai estafet air yang telas disiapkan panitia, sedang anggota lainnya bertuga menjalankan air atau memindahnkannya tanpa menoleh ke belakang, sedangkan anggota kelompok yang paling belakang, memindahkan air ke baskom yang di belakang tepat di bawah kaki
Alat dan bahan: Air, baskom, dan gelas plastik sebagai sarana setafet
Hikmah: Kepercayaan

MISSION X
Tiap peserta  membuat label nama masing-masing dan menempelkannya di punggungnya.
5 menit pertama BLACK TEAM menyembunyikan amplop yang akan dicari TEAM TIKUS
menit ke-6 TEAM TIKUS mencari amplop yang disembunyikan
menit ke-11 TEAM KUCING memburu TIKUS
menit ke-15 BLACK TEAM memburu KUCING
menetukan pemenang kita lihat siapa yang banyak bertahan dari rantai perburuan hingga menit ke-20 dalam permainan.
jika TIKUS mendapatkan semua amplop ia jadi pemenang 1, KUCING pemenang 2, BLACK TEAM pemenang 3.
jika KUCING berhasil mendapatkan semua TIKUS ia menjadi pemenang 1, BLACK TEAM pemenang 2, TIKUS pemenang 3
jika BLACK TEAM berhasil mendapatkan semua KUCING ia menjadi pemenang 1, TIKUS pemenang 2, KUCING pemenang 3


Monday, 29 September 2014 0 comments

Jika Aku



Jika lisanku menyakiti
Biarkan aku diam

Jika diamku menjengkelkan
Biarkan aku pergi

Jika kepergianku menyesakkan
Biarlah aku hilang

Jika kehilaganku menyedihkan
Biarlah Allah ganti dengan yang lebih baik
Friday, 5 September 2014 0 comments

Orang yang ku jumpai

Ku jumpai orang yang bicaranya spontan
Namun ku rasa ia telah hilang keramahan

Ku jumpai orang yang kaku terhadap peraturan
Yang ku rasa ia otoriter dan seolah berkuasa

Ku jumpai orang yang tak banyak bicara dan bekerja sendiri
Ku kira orang itu sombong dengan kemampuannya

Ada apa dengan pikiran ini dengan orang-orang yang ku jumpai itu
Dan bagaimana dengan semua yang ku rasakan

Mungkin hati ini sedang sakit, terlalu banyak rasa benci
Sampai-sampai semua perilakunya ku rasa negatif dan salah

Yang dikira hilang keramahan, mungkin aku terlalu banyak bercanda dan tak memahami situasi
Ku kira otoriter, mungkin aku tak disiplin dan menggangu
Ku kira sombong, mungkin aku lalai dengan tanggung jawab sehingga ia yang harus menyelesaikannya sendiri

Kukira kini aku terlalu ingin dipahami, sampai lupa harus mengkoreksi diri
Kukira ia yang berbuat salah, ternyata aku yang membuatnya jadi salah

#saudariku maafkan aku yang mulai berlepas dari ukhuwah ini

Saturday, 16 August 2014 0 comments

Mengapa Anak Saya Suka Melawan dan Susah Diatur?-Ayah Edy-Jakarta:Kompas Gramedia


            Buku ini membahas 37 sikap orang tua yang lazim terjadi dalam menghadapi perilaku anak-anaknya. Entah budaya atau warisan perilaku, saya rasa para orang tua mencontoh perilaku demikian dari hasil pengalaman yang ia dapatkan pada orang-orang sekitar, baik sebagai pengalaman pribadi atau pengalaman orang lain. Ada baiknya untuk membentuk generasi tangguh, para orang tua dan calon orang tua mencermati buku ini, bisa saja kebiasaan yang sebenarnya kita anggap wajar dan baik ternyata belum tentu baik bagi perkembangan dan proses pendewasaan sikap bagi anak-anak kita dikemudian hari. Buku ini tidak hanya membahas kebiasaan buruk saja namun mambantu kita dalam bersikap yang seharusnya dalam menghadapi kondisi anak yang berubah-ubah agar kita tidak menobatkan atau menciptakan si 'raja kecil yang lalim'. Anda bisa bayangkan itu. Berikut ke-37 kebiasaan yang disebut di dalam buku ini:
  1. Raja yang tak pernah salah
  2. Berbohong kecil dan sering
  3. Banyak mengancam
  4. Bicara tidak tepat sasaran
  5. Menekankan pada hal-hal yang salah
  6. Merendahkan diri sendiri
  7. Papa dan mama tidak kompak
  8. Campur tangan kakek, nenek, tante, atau pihak lain
  9. Menakuti anak
  10. Ucapan dan tindakan tidak sesuai
  11. Hadiah untuk perilaku buruk anak
  12. Merasa salah karena tidak bisa memberikan yang terbaik
  13. Mudah menyerah dan pasrah
  14. Marah yang berlebihan
  15. Gengsi untuk menyapa
  16. Memaklumi yang tidak pada tempatnya
  17. Penggunaan istilah yang tidak jelas maksudnya
  18. Mengharap perubahan instan
  19. Pendengar yang buruk
  20. Selalu menuruti permintaan anak
  21. Terlalu banyak larangan
  22. Terlalu cepat menyimpulkan
  23. Mengungkit kesalahan masa lalu
  24. Suka membandingkan
  25. Paling benar dan paling tahu
  26. Saling melempar tanggung jawab
  27. Kakak harus selalu mengalah
  28. Menghukum secara fisik
  29. Menunda atau membatalkan hukuman
  30. Terpancing emosi
  31. Menghukum anak saat kita marah
  32. Mengejek
  33. Menyindir
  34. Memberi julukan yang buruk
  35. Mengumpan anak yang rewel
  36. Televisi sebagai agen pendidikan anak
  37. Mengajari anak untuk membalas
"Anak kita adalah anak manusia yang dirancang oleh Penciptanya untuk bisa diatur dengan kata-kata. Bila kata-kata kita sudah tidak lagi didengar oleh anak, koreksilah segera diri kita; pasti ada yang salah dengan kebiasaan kita hingga anak tidak lagi menurut...Hukuman pukulan lebih cocok kepada binatang daripada manusia. Gunakanlah media dialog, pujian, dan kelembutan."
(Ayah Edy)
Friday, 1 August 2014 0 comments

Pernikahan dan Membentuk Generasi Rabbani

            1 Agustus 2014 bertepatan dengan hari Jumat, 5 Syawal 2014, saya menghadiri undangan pernikahan dari keluarga. Ini adalah hari dan bulan yang baik melaksanakan pernikahan. sungguh tiap bulan dan hari adalah baik namun di antara bulan dan hari baik itu ada bulan dan hari yang istimewa. Syawal menajid bulan yang istimewa baik dalam beribadah yaitu satu diantaranya ialah melakukan pernikahan karena Rasulullah saw. menikahi para isterinya di bulan syawal. Barakallah bagi saudaraku yang mampu melaksanakan pernikahan di waktu yang istimewa tersebut.
                  Dari sebuah pernikahan diharapkan melahirkan generasi Islam yang berkualitas, berikut sabda Rasulullah saw:
"Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai Allâh daripada Mukmin yang lemah; dan pada keduanya ada kebaikan."
"Setiap sesuatu yang tidak termasuk mengingat Allah, ia merupakan permainan yang sia-sia kecuali empat hal ; seorang lelaki berjalan di antara dua tujuan (untuk memanah), melatih berkuda, bermesraan dengan keluarga, dan mengajarinya berenang".(Hadis Riwayat At-Thabrani)

                 Membentuk generasi Rabbani sudah diulas oleh Imam Syafi'i dan sudah banyak referensi yang memudahkan kita untuk memahaminya, tentunya membentuk generasi Rabbani menjadi cita-cita tiap keluarga. Setiap keluarga mengharapkan generasi yang soleh dan soleha, sudahkan kita memikirkan dan merancang visi dan misi generasi harap kita, harapan agama, dan dunia? Bukan sekedar megharapkan anak menjadi dokter, bisnisman atau profesi apapun. Namun hal yang lebih mendasar ialah, ingin kita masuki program dan menanam kepribadian yang bagaimanakah kepada generasi kita selanjutnya?
           Saya bantu ilustrasikan kita bisaambil contoh bagaimana Rasulullah saw. kecil dididik dan mendapatkan gelar Al Amin di usia mudanya, Imam Syafi'i yang mampu berfatwa di usia remajanya, ataupun tokoh pahlawan Islam lainnya seperti Muhammad Al Fatih raja yang telah dipersiapkan sejak kecil dengan kemampuan menguasai 7 bahasa. Generasi seperti itulah yang kita harapkan, usia muda yang mampu memikirkan umat (rakyat). Harusnya hal tersebut menjadi targetan tiap keluarga, generasi yang dilahirkan menjadi generasi yang memimpin dan di  usia mudanya mampu memikirkan kepentingan umum (rakyat).

"Ambilah contoh pribadi tokoh-tokoh yang sukses, lalu masukkan kepribadian baik mereka kedalam pribadi kita, tirulah hingga menjadi pribadi kita"

                     Kita ambil 3 contoh pribadi di atas untuk kemudian menjadi harapan dan cita-cita kita terhadap generasi kita selanjutnya, anak-anak soleh dan  soleha yang lahir dari sebuah keluarga. Mendidik anak menjadi pribadi yang diharapkan artinya kita mendidik diri sendiri terlebih dahulu. Mari kita mulai menanamkan program generasi harapan, diantaranya:
  1. Penghafal Qur'an, anak sejak dini mulai didekatkan dengan Al-Quran. sudah ada lembaga yang mempersiapkan  anak sejak umur 3 tahun untuk bisa menghafal quran, dangen demikkian ketika memasuki usia sekolah anak telah hafal quran. Anak harus mendapatkan ilmu Agama terlebih dahulu sebelum memberikan ilmu lainnya, sehingga anak memiliki imunitas terhadap hal-hal yang menyimpang dari syari'at. Sehingga anak akan mampu menyerap segala ilmu pengetahuan tanpa harus terkotori fikirannya dengan hal-hal yang menjauhkannya dari agama. Hal ini bisa kita lihat biografi kenapa para ibunda Imam Syafa'i dan Ibnu Sina menyerahkan pendidikan pertama anaknya kepada ulama.
  2. Jujur dan bertanggung jawab, inilah modal hidup yang dicari dunia dan berlaku sepanjang masa. Jujur selalu berdampingan dengan tanggung jawab terhadap niat, perkataan, dan perbuatan yang dilakukan dalam kehidupannya tentunya dengan tujuan agar hidup selamat dunia dan akhirat
  3. Menguasai bahasa Arab, Inggris, dan Mandarin, dengan menguasai bahasa, anak mampu membuka cakrawala ilmu melalui buku lintas bahasa dunia dan mampu menyuarakan fikirannya dengan tepat.
  4. Dilengkapi dengan skill berenang, berkendaraan, dan ilmu pertahan sederhana karena di dalamnya anak belajar menjadi pemimpin dan hidup mandiri.
         Hal tersebut merupakan contoh yang saya sampaikan, intinya kita punya visi melahirkan generasi dan membentuknya menjadi karakter yang dirindukan dan menyejukkan. Masih ada banyak lagi karakter muslim sejati yang bisa kita ambil contoh seperti para Nabi dan Rasul, 10 sahabat yang dijamin masuk surga dan lainnya. Wallahu'alam
Thursday, 31 July 2014 0 comments

10 Sahabat yang Dijamin Masuk Surga

          Dalam arriyadh annadhirah fi manaqibil syarah dari sahabat Abu dzarr Ra, bahwa Rasulullah saw masuk ke rumah Aisyah dan bersabda:
“Wahai, Aisayh inginkah engkau mendengar kabar gembira?” Aisyah menjawab, tentu, ya Rasulullah.” Lalu baginda Nabi saw bersabda:”ada sepuluh orang mendapat kabar gembira masuk surga, yaitu: (1) ayahmu masuk surga dan kawanya adalah Ibrahim; (2) Umar masuk surga dan kawanya adalah Nuh; (3) Utsman masuk surga dan kawannya adalah aku; (4) Ali masuk surga dan kawanya adalah Yahya bin zakaria; (5) Thahah masuk surga dan kawanya adalah daud; (6) Azzubair masuk surga dan kawanya adalah Ismail; (7) Sa’ad bin Abi Waqqash masuk surga dan kawanya adalah Sulaiman; (8) Said bin zaid masuk surga dan kawanya adalah Musa bin Imran; (9) Abdurrahman bi Auf masuk surga dan kawanya adalah Isa bin Maryam; (10) Abu Ubaidah Ibnul Jarrah masuk surga dan kawanya adalah Idris As.”


            Ke sepuluh sahabat yang dijamin masuk surga adalah pribadi dengan keunikannya memiliki kualitas keimanan yang tak diragukan lagi. Meraka adalah pribadi yang sangat dirindukan yang telah terbiasa dengan perbedaan dalam bingkai ukhuwah. Saling meneguk ilmu yang dimiliki tiap pribadi, haus kan ilmu hingga belajar adalah kebutuhan hidup. Selalu berlomba-lomba dalam kebaikan hingga rela memata-matai sahabat bila mendapat pujian dari Rasulullah Saw. lantaran iri dengan amalan ibadah apa yang membuat sang sahabat medapatkan pujian tersebut.

Dalam buku ini dibagi atas periode:
I. periode masih dihayatinya jiwa kenabian yaitu adanya
  1. Abubakar bin Abi Qohafah (Assiddiq) dan
  2. Umar Ibnul Khattab (Al Faruq)
II. Jaman Baru-enam orang tersisa yang masih hidup sesudah wafatnya Umar ta. dan yang diridhai Rasulullah Saw. ketika beliau Wafat diantaranya:
  1. Utsman Ibnu Affan Dzunnurain
  2. Ali bin Abi Thalib, remaja pertama yang masuk Islam
  3. Thalhah Bin Ubaidilah, syahid yang masih hidup
  4. Azzubair Ibnul Awwam, pengikut setia Rasulullah Saw.
  5. Abdurrahman Bin Auf, Pedagang besar yang sukses
  6. Sa'ad Bin Abi Waqqash, orang pertama yang terkena panah fisabilillah
III. Said bin Zaid, salah seorang yangdicintai Allah, orang ke sembilan yang mendapat kabar gembira
Abu Ubaidah Ibnul Jarrah, pemegang amanat umat dan amanat Rasulullah Saw.




Wednesday, 30 July 2014 0 comments

Pemilu dan Adu Suara Suporter


                  Pemilu presiden 2014 kali ini jatuh pada tanggal 9 Juli 2014 bertepatan pada 11 Ramadhan 1435 H. Tak hanya itu di seluruh belahan bumi bersoraik dengan acara piala dunia 2014 yang lebih mengejutkan ialah tepat bulan Ramadahan Israel melancarkan agresi militernya tanpa jeda walaupun dalam suansana Idul Fitri sekalipun.
                  Alhammdulillah Pemilu Persiden 2014 ini meraih perhatian penuh dari masyarakat Indonesia, dengan diusungnya 2 calon presiden dari uratan 1 Prabowo-Hatta dan pasangan nomor urut 2 Jokowi-Jusuf Kalla. Pemilu kali ini penuh dengan black campaign, entah dari pasangan urutan mana yang memulai dan melontarkan taktik sebagi korban, yang jelas tujuanya ialah meraih simpati rakyat. Para suporter kedua belah pihak begitu riuh. Semua rakyat menjelma seolah-olah pakar politik dan pemerintahan. Tak dipungkirin adu urat sampai level terbawah ialah adu saraf pun menghiasi Pesta Demokrasi. Entah siapa yang terdoktrin dan siapa yang mendoktrin. Kalau sudah demikian debat kusir lah yang tercipta. Bukannya terbuknya pemikiran melalui diskusi, permusuhan pun tercipta bahkan adu jotos pun menjadi halal, demi membela jagoan calon presidennya.
                   Dengan dimeriahkan oleh sorak-sorai media masaa khususnya TV pendukug dari masing-masing pasangan dan lawan politik. Ada TV pak Prabowo-(TV Wow) dan TV pak Jokowi-(Metrwi TV). Dari segala kepentingan yang jelas kadar objektifitas sudah tak ada, kalaupun ada sangat dipaksakan keberadaannya. Hingga KPAI mulai mengevaluasi kedua TV tersebut sebagai ancaman pemecah belah persatuan bangsa. Sungguh membahayakan bila terjadi perpecahan bangsa, bahkan perang saudara. Disinilah peran calon presiden diuji, apakah mampu mengendalikan massanya atau malah memanfaatkan loyalitas massa pendukungnya untuk kepentingan pribadi dan golongan-yaitu-menjadi penguasa.
                 Pemilu telah usai tapi hiruk-pikuknya belum usai karena setelah perhitunga suara resmi dan pengumuman KPU yang menyatakan bahwa peraih suara terbanyak sekaligus presiden pilihan rakyat ialah pasangan calon presiden urutan nomor 2. Yang menjadi buah bibir ialah pasangan calon presiden nomor urut 1 mengajukan gugatan ke MK karena KPU dinyatakan memihak. Selama belum adanya putusan MK mengenai sengketa pemilu ini, adu suara suporter Pemilu 2014 masih berkicau, walau kicauannya tak seriang ketika masa kampanyenya.  Berharap Indonesia belajar semakin dewasa, walau apapun tindakan masing-masing calon, kita semua berharap tak ada celaan, yang ada ialah komentar sopan diiringi dengan keterbukaan dan kedewasaan berfikir. Bukan menghujat dengan hal-hal yang menyakitkan ataupun adu jotos. Karena siapa pun yang resmi menjadi Presiden RI periode tahun2014-2019 mendatang, ia adalah Presiden Indonesia dan kita semua tetap bersaudara.
                        Disini posisi kita tak ada yang tersesat atau pun yang bodoh, yang ada ialah kita hanya punya dua pilihan yang resmi menjadi calon presiden, Indonesia saat ini hanya mampu melihat dua pasangan calon presiden saja. Yang dibutuhkan ialah pemahaman dan terus menggali informasi dan menjadi lebih bijaksana menyikapinya agar mampu memilih satu yang terbaik dari putra bangsa ini, hingga ke depan Indonesia berkembang maju menjadi bangsa yang tak kehilangan perannya dalam mewujudkan perdamaian dunia. Hargailah dan hormatilah tiap keputusan pribadi, karena masyarakat Indonesia saat ini belajar untuk dewasa dan bersikap bijaksana dari Pemilu Presiden 2014.
 
;