Friday, 22 November 2013 0 comments

Hidup dan mati



Hidup tak selamanya sendiri
Hidup pun tak selamanya bersama
Adakalanya dunia mempertanyakan keberadaan diri
Akhirnya kita sendiri yang harus menghadapi dunia
Friday, 15 November 2013 0 comments

Lentera Hikmah (44 Renungan Inspiratif)-Yogi Syafril-2013




Buku yang bertajuk renungan dengan mentadaburi ayat dalam konteks kekinian dan kedisinian. Selain memberikan pemaknaan kita juga diajak untuk melihat kondisi dan fenomena yang kita alami kemudian bersama-sama berfikir untuk mentadaburi ayat serta riwayat orang saleh terdahulu. Penulis berusaha untuk menjebatani dua geerasi yang terpisah jarak yang berabad-abad sehingga walau dalam situasi yang mirip namun ada hikmah yang berbeda yang bisa kita ambil. Pada buku ini terdiri atas empat bagian yaitu:
Bagian 1: jangan kutuki kegelapan
Mengajak kita bagaimana untuk mengevaluasi diri dan tidak terburu-buru menyalahkan keadaan. Bagian terpenting sebelum memulai bekerja memperbaiki dunia dengan memperbaiki pribadi. Bahwa tak selamanya orang lain salah dan diri sendiri itu tak selamanya benar. Kita akan dibawa pada situasi dan kisah bagaimana orang-orang bijak memperbaiki diri serta situasi kekinian yang disajikan yang lazim terjadi pada masyarakat.
Bagian 2: nyalakan lentera
Kita tak seharusnya sibuk dengan diri sendiri, sembari memperbaiki diri disaat yang bersamaan kita berperan serta dalam menebarkan manfaat potensi diri. Bukankah manusia itu letaknya salah dan bukanlah makhluk sempurna tanpa lalai dan dosa. Adalah keliru jika kita enggan membagi manfaat diri (dalam hal ini menyalakan lentera) dan  menunggu sempurna. Sampai kapan manusia bisa sempurna? Jawabannya tidak akan pernah terjadi. Yang ada ialah manusia meningkatkan diri dari waktu-ke waktu menuju perbaikan dan lebih baik dari sebelumnya.
Bagian 3: terangi sekelilingmu
                Membuka kembali fikiran kita mengenai hakikat hidup dan keberadaan kita hidup di dunia. Selain sibuk mengurusi diri sendiri kita punya tanggung jawab sosial, hingga bermuara hudp ini bukan untuk hanya untung bagi diri sendiri namun juga menguntungkan orang disekitar kita.
Bagian 4: mari bersama terangi dunia
            Ada masalah yang hanya bisa dan lebih baik dilakukan secara bersama-sama dan berkesinambungan dalam harmoni hidup. Berjuang itu berama-sama, bukan sendirian. Permasalah sosial dan menasional hingga mendunia merupakan bagain dari tanggung jawab pribadi sebagai bagian dari masyarakat. Kita diajak untuk ambil bagian dari estafet perjuangan.
Thursday, 14 November 2013 0 comments

Tentang Remaja SMA




Remaja SMA, mereka adalah jiwa yang suka berkumpul dan mengaktualisasikan diri. Tempat yang tepat untuk mengaktualisasikan dirinya tersebut ialah dengan berkumpul pada suatu komunitas, sehingga tiap kelompok atau sering disebut genk yang mereka ikuti merupakan perwujudan dari jenis pengaktualisasikan diri, apakah itu sebagai bikers kah, gaul kah, rombongan anak kaya n keren kah, dll. Usia mereka memasuki tahap labeling/membentuk identitas untuk dikenal sebagai pribadi apa. Hal ini tergantung dengan mind set yang tertanam dalam pikiran masing-masing. Mind set ini dipengaruhi oleh pengetahuan dan informasi yang mereka tangkap dari mana pun, biasanya lingkungan sangat mempengaruhi, kemudian juga media dan  informasi ikut menyumbang banyak terhadap pembentukan mind set para remaja SMA.
Mind set dipengaruhi oleh lingkungan yang pertama kali ialah lingkungan keluarga, norma-norma serta kebiasaan yang melekat pada keluarga akan menjadi ciri khas pada seseorang dikenal sebagai pribadi apakah, karena mereka mendapat didikan pertama dari keluarga dan pembiasaan yang dalam dan kuat pada pembentukan akhlaknya. Hal ini akan menjadi cerita lain jika remaja SMA ini terlantar sejak kecil, maksudnya ialah orang tua yang terlalu sibuk bekerja atau kurang memperhatikan anaknya, sehingga penerapan, pendidikan, serta pembiasaan tak terlalu erat mengikat pada sanubari (alam bawah sadar) mereka.
Sejak memasuki usia sekolah, kepribadian anak mulai dipengaruhi oleh lingkungan sekolah, terutama teman-temannya. Disarankan bagi para orang tua untuk sejak usia sekolah, anak ditempatkan di sekolah yang ‘aman’ dan terbaik, baik segi prestasi juga pembentukan akhlaknya. Hal ini sebagai tindakkan pencegah bagi anak untuk dapat memilih berteman dengan nilai-nilai kebaikan, sehingga dikemudian hari jika ia dihadapkan pada pilihan hidup yang menggelisahkan, anak dapat dengan bijak memilih nilai-nilai kebaikan, dan menghindari keburukan.
Media dan informasi menjadi sarana efektif untuk mengetahui dunia serta menyumbang besar dalam pembentukan pribadi. Kenapa? Hal ini berkaitan dengan role mode, serta idola dan gaya hidup yang banyak tampil menghiasi media informasi sehingga secara bertahap namun pasti akan mempengaruhi pribadi serta mempengaruhi gaya hidupnya sebagai akibat dari mencontoh. Karena setiap pribadi ingin populer/terkenal dan dikenal. Bahayanya media dan informasi terutama TV yang banyak menampilkan film-film/sinetron materialisme dan hedonisme, dianggap sebagai perwakilan kebanyakan masyarakat seharusnya seseorang dikenal demikian. Dengan demikian tidak heran remaja SMA yang notabenenya sedang mencari jati diri untuk dikenal sebaik dan seindah tokoh idolanya akan menirukan penampilan dan tingkah laku semirip mungkin dengan idolanya, yang menyedihkan jika mereka memilih idola yang tidak sesuai dengan norma-norma yang berlaku.
Ada berbagai macam komunitas remaja SMA diantaranya mereka yang berorganisasi sekolah, kumpulan sosialita non organisasi, serta komunitas hobi yang melembaga. Yang mengkhawatirkan ialah remaja SMA kumpulan sosialita non organisasi. Mereka ini adalah sekumpulan remaja SMA yang dikenal sebagai kelompok kelas sosial misalnya kelas sosial kaya/keren/nakal/dll. Mengapa mengkhawatirkan yang demikian? Karena mereka ini berkumpul tanpa arah prestasi yang jelas dibandingkan kumpulan remaja SMA berorganisasi sekola atau komunitas hobi yang melembaga. Sehingga remaja SMA kumpulan sosialita non organisasi ini memiliki kecendrungan diskusi yang minim manfaat dan aksi yang positif.
Berdasarkan hasil pengamatan terhadap remaja SMA kumpulan sosialita non organisasi, dari tahun ke tahun, setelah pulang sekolah beberapa kelompok remaja SMA ini akan berkumpul dengan komunitasnya masing-masing dan mempunyai sekret (tempat tongkrongan). Biasanya sekret mereka itu warung-warung yang tak jauh dari sekolahnya, mereka menjadikan tempat itu untuk sharing, ngobrol santai mengenai kejadian sekolah yang hari itu mereka rasakan serta membuat janji-janji pertemuan, cukup 1-2 jam berkumpul untuk memenuhi kebutuhan mereka sebagai makhluk sosial.
Sebenarnya mereka ini memiliki peluang besar menjadi pribadi yang bermanfaat, hanya saja mereka belum memiliki kesadaran atau sedang mencari letak kemampuan pribadi agar dapat bermanfaat dan berprestasi serta menjadi kebanggaan.
Thursday, 31 October 2013 0 comments

Ibu Rumah Tangga



Pekerjaan  sebagai  ibu rumah tangga. Apa yang dipikirkan mengenai pekerjaan tersebut. Di Indonesia persentasi rasio rata-rata usia kawin wanita berumur 15-49 tahun (profesional dan non profesional) (data dari pusat statistik Indonesia dari Rata-rata Umur Perkawinan menurut Daerah dan jenis kelamin, Indonesia, 1992-2005) berjumlah perempuan 23.2% dan laki-laki 26.9 % dari jumlah penduduk indonesia diibaratkan berjumlah 250 juta (dari bang H.Roma Irama). Dapat disimpulkan ada sekitar ibu rumah tangga di Indonesia berjumlah 58 juta (profesional dan non profesional). 
Ibu rumah tangga (tulisan ini berfokus pada yang non profesional), mereka adalah wanita yang memilih hidup mulia dengan lebih fokus mencurahkan lebih banyak waktu memperhatikan keluarganya. Biasanya mereka akan sangat sibuk pada waktu subhu hingga perginya anggota keluarga beraktivitas rutin dan kemungkinan besar para ibu rumah tangga rata-rata memiliki waktu cukup lapang antara pukul 9-12 atau menjelang pulangnya anak-anak dari sekolah hingga sore menjelang malam. Jadi, si sela waktu yang cukup luang tadi, apa yang dilakukan para ibu rumahtangga tersebut?
Kebanyakan mereka menonton dan tontonannya rata-rata infotaiment yang tak  putus-putusnya ada di waktu pagi, siang, dan sore. Dari satu stasiun TV berlanjut stasiun TV lainnya. Bisa disimpulkan sepanjang waktu luangnya, para ibu rumah tangga menghabiskan waktu menonton infotaiment yang kebanyakan berisikan gosip menuju ghibah. Jadi tidak mengherankan jika para jenis tayangan yang satu ini (infotaiment) tumbuh subuh yang ditayangkan oleh hampir seluruh stasiun TV di setiap waktu dan harinya, bahkan ada yang tayang diwaktu subhu, dan ini banyak terjadi pada kasus ibu rumah tanggah yang berada di dota besar dan memiliki TV.
 Jadi salah siapakah? Stasiun TV atau ibu rumah tangga? Sadar atau tidak para ibu rumah tangga menganggap bahwa menonton infotaiment menjadi sebuah kebutuhan yang tak dapat ditinggalkan walau sehari, jadi tidak heran jika para ibu-ibu berkumpul di sore hari yang dibicarakannya tidak lepas seberapa muktahirnya up date gosip yang mereka dapatkan, dan jauh dari  diskusi yang full manfaat.
Disinilah letak gunanya program  PKK dan peran penting ibu RT, arisan, juga majelis taklim. Program yang lebih meningkatan dan pengkaryaan potensi ibu-ibu dengan program unggul, berkelanjutan, dan telah disepakati. Adapun tujuan kegiatan dapat berupa membantu peningkatan kesejahteraan keluarga atau seputar edukasi pendidikan anak dan keluarga. Bahwa kualitas generasi bangsa berada di tangan para ibu dan bagaimana ibu mendidik anaknya. Akan sangat disayangkan para potensi ibu jika waktu mereka dihabiskan menonton infotaiment, gosip, dan tidur panjang pada siang harinya. Wallahu‘alam
Tuesday, 29 October 2013 0 comments

Bahasa dalam buku Ranah 3 Warna



       Dari buku Ranah 3 Warna, kita akan menemukan racikan bahasa dari bahasa Arab, Prancis (walau cara penulisan dalam blog ini salah, kr bahasa prancis bila ditulis beberapa menggunakan tanda gelombang pada huruf di atasnya), dan secuil bahasa suku Indian. Ini bentuk usaha sedikit-sedikit tahu bahasa.

Arab
Sahirul lail: bekerja sampai larut malam.
I'timad ala nafsi: mandiri, bertumpu pada diri sendiri
Iza shadaqal azmu wadaha sabil: kalau benar kemauan, maka terbukalah jalan
Man shabara zhafira (siapa yang bersabar akan beruntung).
Man sara ala darbi washala: siapa yang berjalan di jalannya akan sampai ke tujuan.
Min haitsu la yahtasib: dari tempat yang tidak disangka-sangka.
Al muhafazhah ala qadimi shalih, wal akhzu ala jadidil ashlah: hanya memegang teguh hal yang baik dari masa lalu dan mengambil hal-hal baru yang lebih baik lagi.
Marhaban bi urdun (jordan). Ana min indonesiy (saya dari indonesia)
Min ma'had: dari pondok?
Maaza ta'mal huna? (lagi apa di sini)?
Shahibi (saudaraku)
Mamnu' tashwir: dilarang memotret
Khirrij: alumni

Prancis
Ecoliers: anak sekolah
Excusez-moi, monsieur: maaf pak
Salle a manger: dining room
S'il vous plait: yang ditambahkan ketika meminta atau mempersilahkan ungkapan sopan seperti kata 'please' dalam bahasa inggris.
D'accord: setuju
Souper: makan -quebec
Bonne nuit: selamat malam
Vite: cepat
Bonjour: selamat pagi
Petit dejeuner: mari sarapan
Bienvenue, mesdames et messiurs: selamat datang, saya walikota saint- raymond
Lentement: pelan2
Viola, chez naous: ini rumah kita
En haut: ke atas
Merci beaucoup pour tout: terima kasih untuk semuanya
Tout le monde: semuanya
Ca va bien? Bagaimana kabarnya?
Tres bien: kabar baik
Une important : 1 penting
Oui & non: ya dan tidak
Mon ami: temanku
Bien sur: tentu saja
A table: ungkapan prancis untuk menyatakan hidangan sudah siap untuk dimakan
Ters delicieux: sungguh sedap
Bon appetit: selamat makan
Felicitations, mon homologue: selamat ya, mitraku
Merci beaucoup: terima kasih
Et: dan

Indian

Pijagsig: selamat datang
Tagwagi:musim gugur


 
;