Tuesday, 29 April 2014 0 comments

Mendongeng Untuk Buah Hati


               Kenapa mendongeng? Karena ini adalah sarana yang tepat untuk kedekatan emosional antara anak dan orang tua, serta belajar terhadap hikmah yang ada. Mendongeng, ibarat kita menanamkan kepribadian baik dan sama-sama belajar kehidupan yang senyatanya dalam bingkai dunia anak untuk kemudian kita bisa belajar bersikap menghadapai situasi yang berbeda-beda. Faktanya, sejarah atau pun cerita tak hanya dibutuhkan oleh anak-anak, bahkan orang yang berusia dewasa banyak mencari dan menyerap ilmu dari sejarah. Seharusnya tiap keluarga tak melewatkan satu harinya dengan kegiatan mendongeng terutama tentang sejarah kebesaran Islam dan para pahlawannya serta pahitnya kemunduran Islam hingga sejarah-sejarah dunia. Pengetahuan itu berguna baik bagi sang anak kelak dewasa ketika ia meniru pribadi yang diidolakannya, ia kan menjadi pribadi yang dirindukan. Pemahamannya dengan sejarah akan membawanya untuk mampu tampil dengan bijak dan mampu memahami ia hidup di zaman seperti apa sehingga ia mampu memprediksi kondisi dan menentukan sikap. Wallahu'alam
Sunday, 6 April 2014 0 comments

Anak Kecil Berfikir Dewasa


           Melihat Alwi ditayangan hitam putih trans 7, banyak yang heran ni anak sok ketuaan (kata dedy pembawa acaranya).  Alwi adalah sosok anak yang telah lama dirindukan, di usia beluianya ia mampu berkata cita-citanya dengan lantang dan dengan penuh keyakinan. Setiap ucapannya melebihi usianya begitu bijak di banding dengan teman sebayanya penuh keseriusan dan tetap dengan gayanya yaitu anak-anak. yang mengagumkan anak ini menjadi contoh orang tua mendidik anaknya, bahwa ada harapan pemmpin muda di usia dua puluhan layaknya para pemimpin Islam yang melenggenda bukanlah sekedar cerita dan harapan belaka.
       Ketahuilah itu bahwa sesungguhnya suatu saat ketika mereka yang tua datang dan hadir meyakinkan berapa banyak anak abg /baligh telah memliki kemampuan berpikir melebihi orang tua tersebut, mereka kan berkata,”sungguh telah ku sia-siakan masa mudaku di umur mereka aku merasa senang sedang di umur mereka yang demikian memiliki kepampuan berpikir layaknya orang tua seumurku.”

untuk melihat bagaimana Alwi pemeran Raden Kian Satang di wawancara bisa dilihat dari video berkut:
www.youtube.com/watch?v=LA6yQ9GCXmU
www.youtube.com/watch?v=vdpC9zkRFpM

Thursday, 27 March 2014 0 comments

Aku

Siapa aku
Kenapa hidupku begini
Bukan karna tak mensyukuri
Ada hal lain yang kosong dalam relung jiwa ini
Entahlah, tak mampu ku ungkapkan
Hidupku begitu sibuk
Di sini aku baik saja, lingkungannya menyenangkan
Ku pikir…bukan karna jiwaku yg kosong
Namun semangatku tak berapi
Aku haus ilmu
Aku haus pengembangan diri
Selama ini begitu datar
Tampaknya aku butuh tantangan lain
Tapi ini zona nyaman. Sangat nyaman
Bila aku keluar dari zona ini, bagaimana kebutuhan hidupku
Bila tetap di zona ini, hasrat hidupku perlahan kecil
Kuputuskan bersiap keluar dari zona ini
Ku harus kembalikan semua ilmu yang berserakan
Ku kumpulkan segenap keberanian
Bismillah…
Saturday, 8 March 2014 0 comments

Doa untuk Kedua Orang Tuaku



Ya Allah
Ampunilah mereka
Mereka yang mencintaiku dan aku mencintai mereka
Tempatkan lah mereka di surga Firdaus-Mu
Lapangkanlah kuburan mereka

Sunggung, merekatak pernah berbuat dzalim
Hanya perilakuku yang tak berbakti
Hingga mereka berbuat aniaya dan dzalim

Inginku mempersembahkan  kepada mereka mahkota di firdaus-Mu
Dengan menjadi hafidzah
Sehingga mereka tak perlu merasakan pahitnya siksaan dan pedihnya hari pembalasan

Ya Allah
Bantu lah hamba dan kabulkan lah
Aamiin
Tuesday, 25 February 2014 0 comments

Dan Malaikat Pun Rukuk-Ekky Al Malaky, M. Yulius, Agustrianto-Bandung: 2000

       Inilah kumpulan cerpen karya-karya dari 3 penulis dengan ciri khas tiap penulis yang berbeda namun dengan nuansa yang utuh yaitu tentang perjuangan mempertahankan identitas diri sebagai umat Islam. Berikut pengarang beserta judul cerpen karya mereka dalam buku 'Dan Malaikat Pun Bersujud"
         Ekky Al Malaky, bila disimak karya cerpennya menggambarkan kondisi kekinian perjuangan muslim di tempat minoritas, negara eropa dan sekitarnya. Sudut pandang lain bagaimana beratnya menjadi kaum minoritas dan menjadi korban tuduhan teroris hingga menyembunyikan jati diri ke-Islaman-nya. Berikut cerpen karyanya yang tersaji: Enam Puluh Jam di Oklahoma, London di Pertengahan Juli, Hakikat Bukit Tengkorak, Namanya Melisa, Petang itu Kobe Runtuh.
         M. Yulius, karyanya di dalam buku ini bisa dibilang mengambil latar bernuansa nusantara dengan segala hiruk pikuk kehidupan sehari-hari. Bisa kita lihat tak kalah berat perjuangan menjaga identitas itu bahkan lantaran kemiskinan agama pun dapat digadaikan. Dari judul cerpennya berikut menggambarkan cita rasa nusantara masih enak untuk diselami seperti: Condet, Tato Ayah, Keluarga Kuli, Seorang Pelarian.
     Agustrianto, dalam cerpen karyanya memuat akan kekayaan sejarah dan kejayaan Islam di Eropa, membawa kita berkeliling sembari menghayati perjuangan umat Islam di Eropa khususnya.Berikut karyanya di dalam kumpulan cerpen ini yaitu: Dan Malaikat Pun Rukuk, Kastil Castilya, Langit Berprajuri.
Friday, 14 February 2014 0 comments

Persembahan Cinta


Cinta adalah pengorbanan. Pengorbanan adalah bukti bahwa kita takut kehilangan dan menjaga cinta itu sendiri.
Cinta adalah ujian.Ujian untuk mengukur seberapa besar cinta kita dan seberapa penting untuk dipertahankan.
Kader, simpatisan, kemudian menjadi mantan kader dan mantan simpatisan. Itu bukanlah aib atau polemik. Itu adalah kenyataan , sangat nyata dan  penyebabnya ialah unsur yang memenuhi ruang hati bernama ‘rasa kecewa’.
Rasa kecewa itu muncul pasti karena ada cinta yang hadir memenuhi hatinya, serta adanya perhatian yang ia berikan.
Mereka yang berstatus mantan tidak untuk dijauhi atau dihujat.
Mereka yang berstatus mantan perlu untuk ditentramkan hatinya. Karena belum mampu menahan besarnya ujian cinta.
Mereka yang berstatus mantan perlu dirangkul untuk bersama-sama menjalankan ujian itu dan kemudian menikmati cinta yang lebih besar serta hadiah yang lebih indah dari-Nya.
Friday, 10 January 2014 0 comments

Pendidikan Dan Investasi




Pendidikan hal penting dalam kehidupan  manusia agar dapat menjalankan hidup dengan baik. Baik dari segi pendapatan maupun dalam berinteraksi sosial. Oleh karena itu dengan tingkat kesadaran tinggi tersebut bahwa pendidikan merupakan ivestasi paling mutlak baik dalam menaikkan derajat serta status sosial di masyarakat. Disamping itu dengan kesadaran tinggi, pendidikan tak hanya semata ilmu teoritis sebagai pembentuk dan pengembangan dari sisi pemikiran dan logika, namun juga pendidikan berkenaan pengembangan skill dan kepribadian (akhlak) sebagai investasi agar sang anak dapat menerima dan diterima oleh dunia dan masyarakat.
                Para orang tua sadar betul bahwa anak adalah harta yang berharga dan cara paling baik dalam mewarisi sesuatu terhadap anak yang utama ialah agama dan ilmu. Karena mewarisi harta saja tidaklah cukp bijak bagi sang anak, salah-salah sang anak tersiksa (terdzolimi) dengan orang tua yang hanya menwarisi harta saja. Maksud tersiksa dalam hal ini ialah, dengan hanya mewarisi harta, sang anak tak bijak dalam mengelolanya sehingga dapat merugikan keluarga dan orang lain. Kan dengan banyak harta akan bisa mencari ilmu? Pada banyak peristiwa seseorang yang hanya diwariskan harta cenderung tak telah hilang hasrat untuk mencari ilmu, berbeda jika yang diwariskan harta lalu mencari ilmu dengan hartanya itu, hal itu dapat dipastikan sang orang tua telah lebih dahulu mewariskan ilmu kepada anaknya sehingga dapat bijak menggunakan hartanya. Sedang ketika orang tua mewarisi skill dan ilmu walau dalam keadaan ekonomi yang cukup, sang anak dapat memanfaatkan skill dan ilmunya untuk mencari harta.
 
;